Selamat Datang di Website Pussenarmed

PAMEN PUSSENARMED LAKSANAKAN TES SAMAPTA PERIODIK

PDFPrintE-mail

 

Cimahi - Setelah sebelumnya para prajurit golongan Tamtama, Bintara dan Perwira Pertama (Pama) melaksanakan tes Samapta, kini giliran kelompok Perwira Menengah (Pamen) Pussenarmed Kodiklat TNI AD mengikuti tes samapta atau tes kesegaran jasmani. Tes Samapta untuk kelompok Pamen ini  dilaksanakan tanggal 15 s.d 17 April 2017, bertempat di lapangan Disjasad Cimahi, Rabu (15/11).

Tes Samapta yang diselenggarakan dan dikoordinir oleh Disjasad diikuti oleh Pussenarhanud, Pusdikter, dan Disjasad sendiridiikuti oleh seluruh Perwira Menengah (pangkat Mayor, Letkol dan Kolonel). Tes Samapta yang merupakan bagian dari program  kerja TNI AD, guna mengukur hasil pembinaan fisik yang telah dilaksanakan dan tingkat kesegaran jasmani prajurit. 

Materi tes Samapta untuk kelompok Pamen, sama seperti kelompok prajurit yang lain, terdiri dari tes kesegaran jasmani A, berupa lari sejauh 3.200 meter dan dilanjutkan dengan tes kesegaran jamani B yang berupa Pull Up, Sit Up, Push Up dan Shutle Run. Sebelum melaksanakan tes kesegaran jasmani, seluruh Pamen sebelumnya melaksanakan pemeriksaan kesehatan berupa pemeriksaan tensi oleh Tim kesehatan dari Disjasad. Bagi Pamen yang tensinya terlalu tinggi atau terlalu rendah (tidak normal) tidak diijinkan untuk mengikuti tes, selanjutnya dilakukan cek denyut nadi dan senam pemanasan oleh Tim Jas. Selain tes kesegaran jasmani A dan B, juga akan dilaksanakan tes renang dasar militer bertempat di Kolam Renang Brigif Cimahi.

Sejumlah pejabat Pussenarmed Kodiklat TNI AD nampak ikut serta melaksanakan tes kesegaran jasmani. Wadan Pussenarmed Kolonel Arm Julius Jolly Suawa, S.Sos menjelaskan, bahwa Tes Samapta wajib bagi seluruh prajurit Pussenarmed dan jajarannya untuk mengikutinya. Sebagai alat pertahanan negara yang memiliki tugas sangat berat untuk menjaga kedaulatan negara dan keutuhan wilayah NKRI, maka prajurit dituntut memiliki fisik yang prima dan tubuh yang kuat. Prajurit harus selalu dalam kondisi bugar, fit, sehat dan kuat, setiap saat harus siap bergerak dan ditugaskan, sehingga prajurit harus senantiasa membina jasmani dan menjaga kebugaran fisiknya. 

Cimahi - Setelah sebelumnya para prajurit golongan Tamtama, Bintara dan Perwira Pertama (Pama) melaksanakan tes Samapta, kini giliran kelompok Perwira Menengah (Pamen) Pussenarmed Kodiklat TNI AD mengikuti tes samapta atau tes kesegaran jasmani. Tes Samapta untuk kelompok Pamen ini  dilaksanakan tanggal 15 s.d 17 April 2017, bertempat di lapangan Disjasad Cimahi, Rabu (15/11).
Tes Samapta yang diselenggarakan dan dikoordinir oleh Disjasad diikuti oleh Pussenarhanud, Pusdikter, dan Disjasad sendiri diikuti oleh seluruh Perwira Menengah (pangkat Mayor, Letkol dan Kolonel). Tes Samapta yang merupakan bagian dari program  kerja TNI AD, guna mengukur hasil pembinaan fisik yang telah dilaksanakan dan tingkat kesegaran jasmani prajurit. 

Materi tes Samapta untuk kelompok Pamen, sama seperti kelompok prajurit yang lain, terdiri dari tes kesegaran jasmani A, berupa lari sejauh 3.200 meter dan dilanjutkan dengan tes kesegaran jamani B yang berupa Pull Up, Sit Up, Push Up dan Shutle Run. Sebelum melaksanakan tes kesegaran jasmani, seluruh Pamen sebelumnya melaksanakan pemeriksaan kesehatan berupa pemeriksaan tensi oleh Tim kesehatan dari Disjasad. Bagi Pamen yang tensinya terlalu tinggi atau terlalu rendah (tidak normal) tidak diijinkan untuk mengikuti tes, selanjutnya dilakukan cek denyut nadi dan senam pemanasan oleh Tim Jas. Selain tes kesegaran jasmani A dan B, juga akan dilaksanakan tes renang dasar militer bertempat di Kolam Renang Brigif Cimahi.

Sejumlah pejabat Pussenarmed Kodiklat TNI AD nampak ikut serta melaksanakan tes kesegaran jasmani. Wadan Pussenarmed Kolonel Arm Julius Jolly Suawa, S.Sos menjelaskan, bahwa Tes Samapta wajib bagi seluruh prajurit Pussenarmed dan jajarannya untuk mengikutinya. Sebagai alat pertahanan negara yang memiliki tugas sangat berat untuk menjaga kedaulatan negara dan keutuhan wilayah NKRI, maka prajurit dituntut memiliki fisik yang prima dan tubuh yang kuat. Prajurit harus selalu dalam kondisi bugar, fit, sehat dan kuat, setiap saat harus siap bergerak dan ditugaskan, sehingga prajurit harus senantiasa membina jasmani dan menjaga kebugaran fisiknya.