Selamat Datang di Website Pussenarmed

PUSSENARMED IKUTI SURVEI TERPADU HIV-AIDS

PDFPrintE-mail

 

Bandung - Dalam rangka mencegah penyebaran penyakit HIV-AIDS, Kementerian Pertahanan RI Direktorat Jendral Kekuatan Pertahanan bekerjasama dengan Kesdam III/Siliwangi mengadakan penyuluhan dan Survei Terpadu HIV Prilaku Prajurit TNI (STHP) di wilayah Bandung bertempat di Kesdam III Siliwangi Jalan Halmahera Bandung, Senin (31/7).

Penyuluhan dan Survei Terpadu HIV ini diikuti 630 orang Prajurit dan PNS dari tiga angkatan AD, AL dan AU sewilayah Bandung- Cimahi, dimana Pussenarmed ambil bagian dalam kegiatan ini, yang dilaksanakan selama 4 hari mulai tanggal 31 Juli sampai dengan 3 Agustus 2017.

Kolonel Ckm Drs. Adi Priyono. Apt, M.Kes yang menjabat sebagai Analis Madya bidang Apoteker Pusrehab Kemhan dalam sambutannya menjelaskan bahwa Prajurit TNI sering dikelompokkan sebagai populasi yang beresiko tertular HIV dan Infeksi Menular Seksual (IMS). Mobilitas tinggi dan sering bertugas jauh dari keluarga dalam waktu yang relatif lama membuat mereka beresiko tertular HIV dan bisa menjadi sumber penularan bagi yang lainnya. Hasil survey  Terpadu HIV dan Prilaku (STHP) 2012 di 6 propinsi yaitu kepulauan Riau, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Bali dan Papua menunjukkan, masih rendahnya pengetahuan komperenhensif tentang HIV dilingkungan TNI sebesar 8,8% dan berdasarkan data terbaru dilaporkan, kasus HIV dilingkungan TNI Tahun 2001 s/d 2016 sebesar 1.472 orangUntuk itu Direktorat Jendral Kekuatan Pertahanan memberikan penyuluhan HIV dan Survei Terpadu HIV bagi Prajurit dan PNS dengan tujuan untuk mengenalkan tentang seluk beluk HIV- AIDS kepada para Prajurit dan PNS, dengan maksud setelah mereka mengenal dan memahami tentang apa itu HIV-AIDS dan bagaimana resikonya jika seseorang telah terkena penyakit tersebut, maka diharapkan para prajurit dan PNS bisa terhindar dan menjauhinya. Bagi anggota yang sdh terkena HIV dapat segera diambil tindakan pengobatan dan pengawasan secara dini serta menciptakan lingkungan yang kondusif bagi Orang Dengan HIV AIDA (ODHA) tersebut.

Dalam paparannya dr. Dwi Erwanto sebagai peneliti utama dalam Tim penyuluhan dan Survei Terpadu HIV dalam kegiatan ini menjelaskan bahwa media penularan HIV-AIDS melalui darah, sperma, cairan vagina dan ASI (Air Susu Ibu), sementara itu HIV-AIDS tidak menular melalui air liur, air mata, air keringat, air seni/urine dan feses (tinja/kotoran). Untuk itu, dr. Ayu menghimbau agar prajurit dan PNS TNI yang ada di wilayahBandung dapat mencegah penularan HIV-AIDS melalui beberapa cara diantaranya : tidak melakukan hubungan seksual secara bebas, jangan berganti-ganti pasangan seksual, jangan melakukan hubungan seksual di luar nikah, gunakan kondom terutama perilaku resiko tinggi-jangan menjadi donor darah, seorang ibu yang didiagnosa positif hamil sebaiknya jangan hamil, penggunaan jarum suntik sekali pakai dan jauhi Narkoba.

Demikian penyampaian Kolonel Ckm Drs. Adi Priyono. Apt, M.Kes yang menjabat sebagai kordinator lapangan disela sela kegiatan yang sedang berlangsung dihadapan para wartawan dan dinas penerangan masing masing satuan TNI yang ada di wilayah Bandung dan Cimahi. (Penpussenarmed)