Selamat Datang di Website Pussenarmed

SATUAN ARMED TURUNKAN SENJATA PENGHANCUR DALAM LATIHAN ANCAB TNI AD

PDFPrintE-mail

 

Baturaja - Komandan Pusat Kesenjataan Artileri Medan Kodiklat TNI AD,Brigjen TNI, Dwi Jati Utomo ,S.I.P.,M.Tr.(Han), mengatakan, pihaknya mencoba beberapa peralatan dan senjata baru dalam latihan antar kecabangan (Lat Ancab) 2017 di Baturaja Sumatera Selatan."Skenario latihan ini adalah bagaimana kita menghadapi ancaman di wilayah kesatuan RI apabila ada musuh. Deffence (bertahan) dalam strategis dan offence (menyerang) dalam rangka taktis," kata Danpussenarmed, kepada awak media, Selasa (8/8/2017).

Alutsista yang dikerahkan Pussenarmed untuk melengkapi persenjataan medan tempur di Martapura Baturaja Sumatera Selatan menjadi lokasi uji coba ke dua yang sebelumnya pernah dilakukan di Natuna tahun lalu. " Kendaraan M113 untuk meriam Caesar 115, roket MLRS Astros II MK-6 dan Gatling Gun M-48 kaliber 76, lengkap semua, banyak kaliber kita kerahkan," ujar jenderal bintang satu tersebut.

Alutsista TNI AD terbaru, yaitu roket MLRS Astros II, Avibras buatan Brazil. Senjata modern tersebut oleh banyak kalangan dinilai merupakan roket penghancur modern yang praktis dan ampuh, dan dinilai merupakan salah satu senjata penggentar (detterent) yang menakutkan dan telah digunakan oleh Batalyon Artileri Medan 1/Roket sebelumnya berada di bawah Kodam V/Brawijaya kemudian dialihkomandokan ke Divisi Infanteri 2 Kostrad Singosari. Rampal Malang.Sementara meriam Caesar 115 buatan perancis dipasang pada platform truk Renault Defense Sherpa 5 dengan penggerak 6×6. Dengan platform truk, baik meriam, kru, dan amunisi bisa dibawa dalam satu unit, sehingga bisa digelar lebih cepat. Dalam gelar operasinya, CAESAR membawa 6 awak, dimana untuk urusan kabin sudah dilengkapi perlindungan anti Nubika (nuklir, biologi, dan kimia). Lapisan body truk ini pun sudah dibuat kebal untuk menahan proyektil peluru kaliber 7,62 mm dan pecahan mortar kaliber 80 mm.

Sedangkan Gatling Gun M-48 kaliber 76 mm yang merupakan buatan Yugoslavia, dipersiapkan untuk bergerak di wilayah pegunungan. Sifatnya yang ringan dan mobile, menjadikan M-48 sangat pas mendukung pergerakan pasukan lintas udara. Dalam beberapa latihan, helikopter Bell 412 milik Penerbad TNI AD kerap menggotong M-48 menuju area stelling. M-48 pun sebenarnya sangat pas mendukung pergerakan pasukan dalam operasi gerilya.Lebih lanjut Danpussenarmed menyampaikan,baru-baru ini Pussenarmed telah memesan 18 unit meriam M109A4 155 mm. Meriam Arbeba GS M109A4BE 155 mm Howitzer merupakan upgrade dari meriam M109A2 buatan Amerika Serikat yang dibeli pada tahun 1984-1985. Peremajaan dilakukan oleh Belgia pada tahun 2007-2008. Secara teknis kemampuannya telah diperbaharui dengan teknologi terbaru dan mempunyai daya tempur sangat dahsyat dan mobile yang tinggi. Senjata andalan Corps baret coklat yang terakhir ini sekarang berada di Ditpalad untuk dilakukan pemeliharaan secara efektif dan efisien, sehingga seluruh materiil peralatan tersebut selalu dalam kondisi siap pakai guna menunjang kesiapan satuan jajaran TNI Angkatan Darat dalam melaksanakan tugas pokoknya.

Latihan puncak Antar Perkecabangan TNI AD ini digelar Sabtu (12/8/2017) di Puslatpur Martapura-Baturaja, Sumatera Selatan. Suatu daerah latihan yang sangat luas, di mana para prajurit TNI AD benar-benar dihadapkan dalam simulasi perang yang sesungguhnya. Tidak hanya mengenai kesiapan fisik prajurit dan strategi di atas medan, tapi juga tentang kemampuan  mengawaki serta menggunakan alat utama sistem senjata (Alutsista) masing-masing satuan.

Demikian penyampaian Danpussenarmed Brigjen TNI Dwi Jati Utomo, S.I.P, M.Tr (Han)., pada saat meninjau kesiapan satuan Armed dalam latihan Ancab tahun ini. (Pen Pussenarmed).