Selamat Datang di Website Pussenarmed

DIRBINUM: PRAJURIT PUSSENARMED HARUS JADI AGEN PERUBAHAN

PDFPrintE-mail

 

Cimahi - Direktur Pembinaan Umum Pussenarmed Kodiklat TNI AD Kolonel Aang Gunawan, S.Sos., meminta Prajurit TNI Pussenarmed agar dapat menjadi Agen Perubahan yang mampu berperan sebagai role model, yaitu individu yang dapat dijadikan contoh dalam berprestasi, bertingkah laku, mindset dan culture set dalam pola yang lebih maju guna mewujudkan peningkatan integritas dan kinerja yang tinggi. Demikian penyampaian Dirbinum Pussenarmed pada saat sosialisasi Agen Perubahan dihadapan Prajurit TNI AD dan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pussenarmed di aula Mapussenarmed Kodiklat TNI AD,Senin (28/8).

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan persamaan persepsi tentang program Reformasi Birokrasi TNI AD dan pemahaman sebagai Agen Perubahan serta mewujudkan profesionalisme aparatur pemerintah, guna mencegah penyalahgunaan jabatan atau kewenangan serta mendukung penyelenggaraan tugas-tugas birokrasi yang efektif dan efisien.

Kegiatan sosialisasi ini dipandu oleh Kabagren Pussenarmed Mayor Arm Gatot Awan yang menyampaikan bahwa program Reformasi Birokrasi TNI AD ini ditetapkan 8 area perubahan yaitu :Pertama, Organisasi, hasil yang diharapkan adalah organisasi yang tepat fungsi dan tepat ukuran, Kedua. Tatalaksana, yakni sistem, proses dan prosedur kerja yang jelas, efektif, efisien terukur dan sesuai dengan prinsip-prinsip good government, Ketiga, Peraturan Perundang-undangan, harapannya regulasi yang lebih tertib, tidak tumpang tindih, Keempat, Sumber Daya Manusia Aparatur adalah SDM aparatur yang berintegritas, netral, kompeten, capable, profesional, berkinerja tinggi dan sejahtera, Kelima, Pengawasan, yaitu hasil yang diharapkan adalah meningkatnya penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dan bebas korupsi, kolusi dan nepotisme, Keenam. Akuntabilitas, hasilnya bisa meningkatkan kapasitas dan akuntabilitas kinerja birokrasi, Ketujuh, Pelayanan Publik, pelayanan prima sesuai kebutuhan dan harapan masyarakat, Kedelapan, Mind set dan Culture Set Aparatur, bahwa Birokrasi dengan integritas dan kinerja yang tinggi.

Diakhir acara Dirbinum Pussenarmed menekankan agar tetap konsisten dan menjaga eksistensi sebagai Agent of Change dalam menciptakan perubahan ke arah yang lebih baik.(Penpussenarmed)

Cimahi - Direktur Pembinaan Umum Pussenarmed Kodiklat TNI AD Kolonel Aang Gunawan, S.Sos., meminta Prajurit TNI Pussenarmed agar dapat menjadi Agen Perubahan yang mampu berperan sebagai role model, yaitu individu yang dapat dijadikan contoh dalam berprestasi, bertingkah laku, mindset dan culture set dalam pola yang lebih maju guna mewujudkan peningkatan integritas dan kinerja yang tinggi. Demikian penyampaian Dirbinum Pussenarmed pada saat sosialisasi Agen Perubahan dihadapan Prajurit TNI AD dan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pussenarmed di aula Mapussenarmed Kodiklat TNI AD,Senin (28/8).

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan persamaan persepsi tentang program Reformasi Birokrasi TNI AD dan pemahaman sebagai Agen Perubahan serta mewujudkan profesionalisme aparatur pemerintah, guna mencegah penyalahgunaan jabatan atau kewenangan serta mendukung penyelenggaraan tugas-tugas birokrasi yang efektif dan efisien.

 Kegiatan sosialisasi ini dipandu oleh Kabagren Pussenarmed Mayor Arm Gatot Awan yang menyampaikan bahwa program Reformasi Birokrasi TNI AD ini ditetapkan 8 area perubahan yaitu :Pertama, Organisasi, hasil yang diharapkan adalah organisasi yang tepat fungsi dan tepat ukuran, Kedua. Tatalaksana, yakni sistem, proses dan prosedur kerja yang jelas, efektif, efisien terukur dan sesuai dengan prinsip-prinsip good government, Ketiga, Peraturan Perundang-undangan, harapannya regulasi yang lebih tertib, tidak tumpang tindih, Keempat, Sumber Daya Manusia Aparatur adalah SDM aparatur yang berintegritas, netral, kompeten, capable, profesional, berkinerja tinggi dan sejahtera, Kelima, Pengawasan, yaitu hasil yang diharapkan adalah meningkatnya penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dan bebas korupsi, kolusi dan nepotisme, Keenam. Akuntabilitas, hasilnya bisa meningkatkan kapasitas dan akuntabilitas kinerja birokrasi, Ketujuh, Pelayanan Publik, pelayanan prima sesuai kebutuhan dan harapan masyarakat, Kedelapan, Mind set dan Culture Set Aparatur, bahwa Birokrasi dengan integritas dan kinerja yang tinggi.

Diakhir acara Dirbinum Pussenarmed menekankan agar tetap konsisten dan menjaga eksistensi sebagai Agent of Change dalam menciptakan perubahan ke arah yang lebih baik.(Pen Pussenarmed)