berita
DANPUSSENARMED: JADILAH PRAJURIT YANG MODERN,CERDAS DAN TANGGUH

 

 

Cimahi - Bertempat di lapangan upacara Mapussenarmed Kodiklat TNI AD Cimahi,Wakil Komandan Pussenarmed Kolonel arm Julius Jolly Suawa.S.IP., secara resmi menerima  siswa Pendidikan Lanjutan Perwira I Kecabangan Armed TNI AD, Senin (7/8). Kegiatan tersebut diikuti oleh 10 orang Perwira Abit Diktukpa, 20 orang Perwira Abit Akmil dan Taruna Akmil Tk. IV kecabangan Armed sejumlah 19 orang.

 

Last Updated on Wednesday, 09 August 2017 02:34
Read more...
 
SATUAN ARMED TURUNKAN SENJATA PENGHANCUR DALAM LATIHAN ANCAB TNI AD

 

Baturaja - Komandan Pusat Kesenjataan Artileri Medan Kodiklat TNI AD,Brigjen TNI, Dwi Jati Utomo ,S.I.P.,M.Tr.(Han), mengatakan, pihaknya mencoba beberapa peralatan dan senjata baru dalam latihan antar kecabangan (Lat Ancab) 2017 di Baturaja Sumatera Selatan.

"Skenario latihan ini adalah bagaimana kita menghadapi ancaman di wilayah kesatuan RI apabila ada musuh. Deffence (bertahan) dalam strategis dan offence (menyerang) dalam rangka taktis," kata Danpussenarmed, kepada awak media, Senin (7/8).

Alutsista yang dikerahkan Pussenarmed untuk melengkapi persenjataan medan tempur di Martapura Baturaja Sumatera Selatan menjadi lokasi uji coba ke dua yang sebelumnya pernah dilakukan di Natuna tahun lalu. " Kendaraan M113 untuk meriam Caesar 115, roket MLRS Astros II MK-6 dan Gatling Gun M-48 kaliber 76, lengkap semua, banyak kaliber kita kerahkan," ujar jenderal bintang satu tersebut.

Alutsista TNI AD terbaru, yaitu roket MLRS Astros II, Avibras buatan Brazil. Senjata modern tersebut oleh banyak kalangan dinilai merupakan roket penghancur modern yang praktis dan ampuh, dan dinilai merupakan salah satu senjata penggentar (detterent) yang menakutkan dan telah dipakai oleh Batalyon Artileri Medan 1/Roket sebelumnya berada di bawah Kodam V/Brawijaya kemudian dialihkomandokan ke Divisi Infanteri 2 Kostrad Singosari. Rampal Malang.

Sementara meriam Caesar 115 buatan perancis dipasang pada platform truk Renault Defense Sherpa 5 dengan penggerak 6×6. Dengan platform truk, baik meriam, kru, dan amunisi bisa dibawa dalam satu unit, sehingga bisa digelar lebih cepat. Dalam gelar operasinya, CAESAR membawa 6 awak, dimana untuk urusan kabin sudah dilengkapi perlindungan anti Nubika (nuklir, biologi, dan kimia). Lapisan body truk ini pun sudah dibuat kebal untuk menahan proyektil peluru kaliber 7,62 mm dan pecahan mortar kaliber 80 mm.

Sedangkan Gatling Gun M-48 kaliber 76 mm yang merupakan buatan Yugoslavia, dipersiapkan untuk bergerak di wilayah pegunungan. Sifatnya yang ringan dan mobile, menjadikan M-48 sangat pas mendukung pergerakan pasukan lintas udara. Dalam beberapa latihan, helikopter Bell 412 milik Penerbad TNI AD kerap menggotong M-48 menuju area stelling. M-48 pun sebenarnya sangat pas mendukung pergerakan pasukan dalam operasi gerilya.

Lebih lanjut Danpussenarmed menyampaikan,baru-baru ini Pussenarmed telah memesan 18 unit meriam M109A4 155mm. Meriam Arbeba GS M109A4BE 155 mm Howitzer merupakan upgrade dari meriam M109A2 buatan Amerika Serikat yang dibeli pada tahun 1984-1985. Peremajaan dilakukan oleh Belgia pada tahun 2007-2008. Secara teknis kemampuannya telah diperbaharui dengan tehnologi terbaru dan mempunyai daya tempur sangat dahsyat dan mobile yang tinggi. Senjata andalan Corps baret coklat yang terakhir ini sekarang berada di Ditpalad untuk dilakukan pemeliharaan secara efektif dan efisien, sehingga seluruh materiil peralatan tersebut selalu dalam kondisi siap pakai guna menunjang kesiapan satuan jajaran TNI Angkatan Darat dalam melaksanakan tugas pokoknya.

Latihan puncak Antar Perkecabangan TNI AD ini digelar Sabtu (12/8/2017) di Puslatpur Martapura-Baturaja, Sumatera Selatan. Suatu daerah latihan yang sangat luas, dimana para prajurit TNI AD benar-benar dihadapkan dalam simulasi perang yang sesungguhnya. Tidak hanya mengenai kesiapan fisik prajurit dan strategi di atas medan, tapi juga tentang kemampuan  mengawaki serta menggunakan alat utama sistem senjata (Alutsista) masing-masing satuan. Demikian penyampaian Danpussenarmed Brigjen TNI Dwi Jati Utomo, S.I.P, M.Tr (Han)., pada saat meninjau kesiapan satuan Armed dalam latihan Ancab tahun ini. (Pen Pussenarmed).

 

By Kapen Pussenarmed : Kapten Arm Donald Nahot Aritonang

Last Updated on Monday, 07 August 2017 05:20
 
PUSSENARMED IKUTI SURVEI TERPADU HIV-AIDS

 

 

Bandung -Dalam rangka mencegah penyebaran penyakit HIV-AIDS, Kementerian Pertahanan RI Direktorat Jendral Kekuatan Pertahanan bekerjasama dengan Kesdam III/Siliwangi mengadakan penyuluhan dan Survei Terpadu HIV Perilaku Prajurit TNI (STHP) di wilayah Bandung bertempat di Kesdam III Siliwangi Jalan Halmahera Bandung, Senin (31/7).

 

Penyuluhan dan Survei Terpadu HIV ini diikuti 630 orang Prajurit dan PNS dari tiga angkatan AD, AL dan AU sewilayah Bandung- Cimahi, dimana Pussenarmed ambil bagian dalam kegiatan ini, yang dilaksanakan selama 4 hari mulai tanggal 31 Juli sampai dengan 3 agustus 2017.

 

Kolonel Ckm Drs. Adi Priyono. Apt, M.Kes yang menjabat sebagai Analis Madya bidang Apoteker Pusrehab Kemhan dalam sambutannya menjelaskan bahwa Prajurit TNI sering dikelompokkan sebagai populasi yang beresiko tertular HIV dan Infeksi Menular Seksual (IMS).  Mobilitas tinggi dan sering bertugas jauh dari keluarga dalam waktu yang relatif lama membuat mereka beresiko tertular HIV dan bisa menjadi sumber penularan bagi yang lainnya. Hasil survey  Terpadu HIV dan Prilaku (STHP) 2012 di 6 propinsi yaitu kepulauan Riau, Jakarta, Jawa barat, Jawa Timur, Bali dan Papua menunjukkan, masih rendahnya pengetahuan komperenhensif tentang HIV di lingkungan TNI sebesar 8,8% dan berdasarkan data terbaru dilaporkan, kasus HIV di lingkungan TNI Tahun 2001 s/d 2016 sebesar 1.472 orang. Untuk itu Direktorat Jendral Kekuatan Pertahanan memberikan penyuluhan HIV dan Survei Terpadu HIV bagi Prajurit dan PNS dengan tujuan untuk mengenalkan tentang seluk beluk HIV-AIDS kepada para Prajurit dan PNS, dengan maksud setelah mereka mengenal dan memahami tentang apa itu HIV-AIDS dan bagaimana resikonya jika seseorang telah terkena penyakit tersebut, maka diharapkan para prajurit dan PNS bisa terhindar dan menjauhinya. Bagi anggota yang sdh terkena HIV dapat segera diambil tindakan pengobatan dan pengawasan secara dini serta menciptakan lingkungan yang kondusif bagi Orang Dengan HIV AIDS (ODHA) tersebut.

 

Dalam paparannya dr. Dwi Erwanto sebagai peneliti utama dalam Tim penyuluhan dan Survei Terpadu HIV dalam kegiatan ini menjelaskan bahwa media penularan HIV-AIDS melalui darah, sperma, cairan vagina dan ASI (Air Susu Ibu), sementara itu HIV-AIDS tidak menular melalui air liur, air mata, air keringat, air seni/urine dan feses (tinja/kotoran). Untuk itu, dr. Ayu menghimbau agar prajurit dan PNS TNI yang ada di wilayah Bandung dapat mencegah penularan HIV-AIDS melalui beberapa cara diantaranya: tidak melakukan hubungan seksual secara bebas, jangan berganti-ganti pasangan seksual, jangan melakukan hubungan seksual di luar nikah, gunakan kondom terutama perilaku resiko tinggi jangan menjadi donor darah, seorang ibu yang didiagnosa positif hamil sebaiknya jangan hamil, penggunaan jarum suntik sekali pakai dan jauhi Narkoba.

 

Demikian penyampaian Kolonel Ckm Drs. Adi Priyono. Apt, M.Kes yang menjabat sebagai kordinator lapangan disela-sela kegiatan yang sedang berlangsung dihadapan para wartawan dan dinas penerangan masing-masing satuan TNI yang ada di wilayah Bandung dan Cimahi.(Pen Pussenarmed)

 

 

Last Updated on Wednesday, 02 August 2017 02:04
 
CORPS BARET COKLAT TNI AD MENAMBAH KEKUATAN SENJATANYA

 

 

 

CORPS BARET COKLAT TNI AD MENAMBAH KEKUATAN SENJATANYA

 

 

Cimahi – Untuk urusan daya gempur Artileri Medan, Korps Baret Coklat TNI AD memang tak tanggung-tanggung, setelah diperkuat  meriam 155 MM KH-179 produk Korea Selatan, meriam 155 MM Nexter Caesar dari Prancis, dan MLRS Astros II MK-6 buatan Brasil. Artileri Medan TNI AD ini masih punya senjata yang juga bisa dihandalkan, yakni Artileri Swagerak jenis M109A4 155 mm. Demikian penyampaian Danpussenarmed Brigjen TNI Dwi jati Utomo, S.I.P.,M.Tr.(Han) pada saat penjemputan 18 unit meriam M109A4 155mm di Pelabuhan Tanjung Priuk, Selasa(25/7).

Meriam Arbeba GS M109A4BE 155 mm Howitzer merupakan upgrade dari meriam M109A2 buatan Amerika Serikat yang dibeli pada tahun 1984-1985. Peremajaan dilakukan oleh Belgia pada tahun 2007-2008 terhadap 64 unit ranpur untuk meningkatkan kemampuan dan Mid-Life Update (MLU) dan 17 command post.

Meski berstatus bekas pakai AD Belgia, hadirnya alutsista ‘kelas berat’ ini jelas membawa arti penting bagi modernisasi persenjataan di lini Armed TNI AD, khususnya pada Self Tracked Propelled Howitzer yang selama puluhan tahun mengandalkan AMX-13 MK61 kaliber 105 mm.

Untuk itu Danpussen Armed menekankan  agar, para Prajurit armed berpikiran maju dan selalu dapat menyesuaikan dgn perkembangan situasi serta menguasai teknologi dan harus mampu membuat keputusan dengan bijak, cepat dan teliti serta memiliki fisik prima, mampu menghadapi segala tantangan dan tidak mudah menyerah dlm hadapi situasi yang sulit sekalipun sesuai slogan yang beliau kumandangkan, MODERN, CERDAS dan TANGGUH. (Pen Pussenarmed)

 
WASRIK ITJENAD

 

WASRIK ITJENAD DI PUSSENARMED KODIKLAT TNI AD

Cimahi - Rabu, 19 Juli 2017 pukul 08.00 WIB di Aula Mapussenarmed telah dilaksanakan Pengawasan dan Pemeriksaan (Wasrik) dari Itjenad dengan Timnya berjumlah 5 orang. Kedatangan Tim Wasrik disambut oleh Wadanpussenarmed Kodiklat TNI AD Kolonel Arm Julius Jolly Suawa, S.Sos. dan para pejabat Pussenarmed. Tim Wasrik ini bertugas untuk memeriksa Program dan Anggaran yang telah dilaksanakan di Pussenarmed pada tahun anggaran 2016 serta untuk mengawasi kegiatan Program dan Anggaran TA 2017. Program dan Anggaran yang diperiksa dan diawasi meliputi bidang Pengamanan, Operasi, Personel, Logistik serta Perencanaan dan Anggaran. Sasaran yang diharapkan dari Wasrik ini adalah agar tidak terjadi penyelewengan terhadap penggunaan anggaran.

Last Updated on Thursday, 20 July 2017 08:51
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Next > End >>

Page 7 of 9

DANPUSSENARMED

BRIGJEN TNI

DWI JATI UTOMO, S.I.P., M.Tr.(Han).